Sebuah Kekuatan Doa Yang Mengubah Takdir

0
168
kekuatan doa ibu

Sebuah Kekuatan Doa Yang Mengubah Takdir

Sebuah perjalanan hidup tak mengenal kedudukan, harta, kecantikan, ketampanan maupun latar belakang seseorang, seseorang dilahirkan yang tidak bisa memilih siapa orang tuanya dan dimana dia dilahirkan inilah yang disebut takdir Illahi.

Dari sekian banyak orang yang dilahirkan di muka bumi ini tak jarang kita menjumpai beberapa orang yang menyalahkan keadaan atas masalah yang dihadapinya dan disisi lain ada sebagian orang yang hidupnya pas-pasan namun tetap bisa mensyukuri apa yang mereka miliki, memang kehidupan memiliki rahasia tersendiri, dan penuh teka teki.

Apakah mereka memikirkan akan dirinya diciptakan dimuka bumi, mengapa hanya satu sel sperma yang berhasil menjadi segumpal darah, lalu dijadikan nutfah dan kemudian Alloh SWT menjadikan janin yang sempurna. Dia-lah yang Maha Memelihara Alam Semesta ini.

Jika kita melihat kebelakang mulai kita bayi sampai dewasa ini, tentu ada proses perjalanan hidup, setiap orang pasti memiliki proses yang sama hanya saja waktu dan tempat yang berbeda, Pernahkah kita berfikir bahwasannya setiap orang memiliki potensi yang luar biasa dalam jati dirinya? hanya sebagian orang yang menyadarinya. kadang keadaanlah yang membuat mereka ini lupa akan potensi diri, baik pengaruh lingkungan yang sudah nyaman atau memang kondisi dirinya yang sudah lebih baik. dari apa yang barusan saya tulis hanyalah gambaran saja untuk mengetahui seberapa besar harapan hidupnya dan tujuan apa saja yang akan dicapai, lalu bagaimana cara mencapainya? berikut kita ulas bersama-sama untuk mengetahui lebih lanjut..

pertama, sebagai insan yang diberikan kecerdasan akal dan fikiran tentu kita pernah bertanya untuk apa kita diciptakan? kepada siapa kita menyembah? lalu tugas essensi dalam hidup ini sebenarnya untuk apa? dan kita harus bagaimana? dan jika kita sadari dari pertanyaan tersebut tentu kita akan menyadari akan arah hidup yang sebenarnya, yaitu untuk menjadi hamba Alloh SWT dan Pengelola di muka bumi, inilah amanah yang Alloh SWT percayakan kepada manusia, sehingga kita harus hidup dalam aturan-Nya, ini sudah menjadi ketetapan Illahi, tak ada yang dapat menepisnya atau melakukan protes yang sudah kehendak-Nya, dan tugas kita adalah mengemban amanah tersebut dalam lintas generasi mulai generasi Nabi Adam Hingga Generasi Millenial saat ini yang sudah kompleks, namun kita wajib berpegang teguh terhadap Al-Quran dan As-sunnah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW, Beliau inilah yang diberikan wahyu untuk menuntun umat manusia kedalam jalan yang Hak atau benar serta di ridhoi Alloh SWT, Melalui malaikat Jibril yang senantiasa siap menjadi Mentor Nabi Muhammad SAW, Ayat demi ayat turun sesuai dengan kondisi waktu dan zaman ketika Nabi Muhammad masih hidup, dan pada saat itu ayat-ayat Al-Quran belum ada yang dibukukan seperti sekarang ini, sehingga pada saat itu dinamakan Al-Quran berjalan, ini sebuah perjuangan yang amat besar hingga dapat menaklukan negara adidaya seperti Romawi, karena ajaran islam merupakan Rahmatanlilalamin, “rahmat untuk seluruh penjuru alam semesta”.

Dalam hal ini ada pembahasan khusus untuk kekuatan doa yang nasib seseorang, inilah bukti bahwa kebenaran datangnya dari Alloh SWT Yang Maha Agung, sehingga sebuah doa dapat membelokan takdir. ada beberapa kisah inspiratif yang membuat kita tertegun dan juga terperangah betapa hebatnya kekuatan doa, berikut penjelasannya.

Kisah Nyata : ALLAH BAYAR SECARA TUNAI Dikisahkan oleh seorang ustadz dinegeri Jiran (kisah nyata) 1 hari saya pergi ke satu Rumah Panti Jompo, Seorang sahabat meminta bantuan, Agar saya dapat menyalurkan bantuan kepada orang miskin, Saya belikan kain sarung, Beli roti, Dll, Saya pun pergi ke Panti Jompo yang saya kenal, Tak usah saya sebut namanya, Saat sampai kendaraan kami di perkarangan Panti Jompo tsb, Tiba-tiba ada seorang ibu tua berlari dari asrama (panti) mendekati saya, . “Ye… Ye… Anak aku datang, Anak aku datang, Senangnya anak aku datang…” Saya tak mengenal beliau siapa, Ibu itu memeluk saya, Dia cium saya, 0rang tua itu berkata… “Nak… Kenapa tinggalkan ibu disini nak, Ibu mau pulang… Ibu rindu rumah kita…” Saya waktu itu… Hampir tak bisa berkata-kata, Ya Allah… Saya coba mengucapkan kata… “Bu…” Saya pegang tanganya, Saya lihat mukanya, Dia bilang… “Sampai hati nak, Kau tak mengaku aku ini ibu kau…” Bisa saya bayangkan, Bagaimana perasan beliau begitu rindu pada anak nya, Saya coba berpura-pura, Seolah-olah saya anaknya, saya berkata… “Bu… Maafkan saya ya…” Saya pegang tangannya, saya ajak duduk atas kursi, Saya ambil roti, dl Dan saya suapkan ke mulutnya, Tak terasa menetes air mata dipipi, Mencoba bayangkan, Hati seorang ibu yang rindu kepada anaknya, Bila kita anaknya, Mengambilkan sepotong roti, Kita suapkan kemulutnya, Bagaimana perasaan beliau ? Bagaimana perasan kita ? Saya coba usap air matanya yang meleleh dipipi, Dia pegang tangan saya, Subhana Allah… Saya bisa merasakan bagaimana perasaan beliau yang begitu rindu kepada anaknya, Saat saya hendak pulang, Dia pegang kaki saya sambil berkata… “Nak… Jangan tinggalkan ibu nak, Ibu mau balik, Ibu mau pulang…” Akhirnya saya minta izin dengan pihak pengawas panti di situ, Melihat data beliau ternyata anaknya ada 5 orang, Yang paling besar bergelar Tan Sri, 0rangnya memang kaya, Punya nama besar, Dan hebat orangnya, Waktu saya izin pulang, Dia pegang baju saya, Dia bilang mau ikut saya pulang, Saya bilang “Di mobil ada banyak barang”, “Tak apa kata ibu itu, Saya duduk sama barang-barang, Itu”… Akhirnya saya izin ke pengelola panti untuk membawa ibu itu selama 5 hari saja, Pulang ke rumah saya, Sholat Subuh saya jadi Imam dia makmum di belakang, Saya baca doa, sl Saya tengok air mata beliau jatuh, Selesai doa saya salami beliau, Saya cium tangannya, Saya bilang… “Bu…Maafkan saya ya…” Waktu itu, Saya tak membayangkan, Kalau ibu saya sudah meninggal, Tapi saya bayangkan ibu ini adalah ibu saya, Sebab dia rindu pada anak-anaknya, Di hari ketiga di rumah saya, Waktu Sholat Isya’, Selesai doa saya salami beliau, Dia lapisi tangannya dengan kain mukena-nya, Dia salam, Saya bilang… “Bu… Kenapa ibu lapisi tangan ibu ?, 2 hari yang lalu ibu salam, Ibu tak lapisi tangan ibu dengan saya, Kenapa hari ini ibu lapisi tangan ?” Dia bilang… “Ustaz… Kau bukan anak saya kan…” Subhanaallah… Tiba-tiba dia sebut nama saya “Ustaz”, Saya bilang… “Kenapa ibu panggil saya ustaz ? Saya anak ibu…” Dia berkata… “Bukan… Kalau anak saya dia tak akan seperti ini, Kalau anak saya dia tak akan jadi imam saya, Kalau anak saya dia tak akan suap saya makan…” Bayangkan sahabat-sahabat bagaimana perasaan ibu ini, Spontan saya pegang dia, Saya peluk dia, Saya menangis, Saya bilang… “Bu… Walaupun bukan ibu saya, Tapi saya sayang ibu seperti ibu saya…” Saya pegang tangan ibu ini… Walaupun bukan ibu saya, Tapi saya tahu hatinya sangat rindu dekat dengan anaknya, Waktu itu saya pandang wajahnya, Saya bilang… “Bu… Walaupun ibu saya telah tiada, Tapi ibu boleh ganti menjadi ibu saya, Ibu duduklah di sini…” Saat makan, Saya suapkan nasi ke mulutnya, Dia muntahkan balik makan dari mulutnya, Saya tanya… “Kenapa bu ?” Tiba-tiba saya lihat wajahnya pucat, Saya angkat dia, Panggil ambulan antar ke rumah sakit, Waktu di RS, Saya ambil kepalanya dan saya rebahkan ibu ini, Dia pegang tangan saya dia berkata… “Ustaz… Kalau saya mati, Tolong jangan beritahu sorang pun anak saya, Kalau saya sudah mati, Jangan beritahu mereka di mana makam saya, Kalau mereka tahu di mana kubur saya, Jangan izinkan dia pegang batu nisan saya…” Saya pegang beliau saya berkata… “Bu… Jangan ngomong seperti itu, Bu…” Isteri saya menangis di sebelah, Anak saya menangis di sebelah memegang dia, Kami pegang dia… “Bu… Jangan ngomong seperti itu, Bu…” Dia geleng kepala, Rupa-rupanya itulah saat penghujung hayatnya, Akhirnya dia pun meninggal di atas ribaan saya di rumah sakit itu, Dia meninggal dalam pelukan saya, Saya doakan Ibu Hajjah Khalijah ini ruhnya mudah-mudahan bersama Salafusoleh, Sahabat, Bila kita masih ada ibu, Tolonglah taat pada ibu kita, Jangan durhaka pada ibu kita, Jangan tinggalkan dia di Panti Jompo, Saat ibu kita sakit kita jaga dia, Pijat-pijat kepala dan kaki ibu kita… Sahabat-sahabat coba tanya ibu kita… “Bagaimana penderitaan ibu saat mengandung saya dulu ? Bagaimana sakitnya ibu saat melahirkan saya dulu ?” Tanya ibu kita sahabat-sahabat sekalian… Kalau kita tanya sudah tentu air mata ibu kita akan jatuh, Karena itu sahabat-sahabat suapkanlah makanan pada ibu kita… Sahabat-sahabat semua… Selepas wafatnya ibu ini, ternyata berita kematiannya sampai juga kepada anaknya yang sulung, Anak dia terus telefon saya… Apa anaknya bilang pada saya… “Saya akan bawa anda ke pengadilan, Saya akan tuntut anda telah membawa keluar ibu saya dari dari Panti Jompo”… 3 tahun dia titipkan ibunya di Panti, Dia tak pergi lihat, Sebab itu ibunya rindu, Hingga ibu itu tak bisa membedakan saya dengan anaknya… Akhirnya saya tunggu, Tunggu punya tunggu tidak ada kabar hampir setahun lebih, Saya pergi ceramah di Masjid di daerah pecinaan, Selesai saya ceramah datang seorang lelaki memeluk saya, Menangis dalam masjid, orang dalam masjid heran, Ada apa ini, Saya tanya pada dia… “Pak, Ada apa ini ? Ada masalah apa…?” Dia berkata dalam keadaan menangis… “Ustaz… Tolong kasih tahu di mana makam ibu saya ustaz ? Tolong kasih tahu di mana kubur ibu saya ?”… Saya bilang… “Kenapa hari ini baru tanya kubur ibu kamu ?”… Dia bilang… “Tolonglah ustaz… Saya mau jumpa ibu saya ustaz, Sayalah orang yang bergelar Tan Sri yang mau menuntut ustaz saat itu… Saya sekarang ini sudah bangkrut ustaz, Isteri saya mati kecelakaan, Rumah disita bank, Mobil mewah saya semua dah disita bank, Tinggal 1 saja, Motor tua itu…” Saya berkata… “Saya bisa tunjukkan makam ibu kamu, Tapi dengan 1 syarat, Kamu jangan pegang batu nisan ibu kamu…” Sampai di pemakaman, Tak sempat saya turun dari mobil, Dia turun duluan, Saya lihat didepan mata saya sendiri dia jatuh tersungkur tangan nya menjadi hitam, Mulutnya tertarik sebelah yang tadi awalnya tangan dan mulutnya baik-baik saja, Sambil memanggil-manggil… “Ibu… Ibuuu… Ibuuuuu…” Tiba-tiba saya angkat dia tak jauh dari makam ibunya belum sampai ke kubur ibunya, Dia sudah hembuskan nafas terakhir disamping makam ibunya… Allahu Akbarrr…!!! Mengucap panjang saya… Allah SWT tunjukkan kepada saya, Dikehidupan ini balasan anak yang durhaka pada ibu dan ayahnya, Semoga kisah ini menjadi pelajaran di luar sana, Ambillah iktibar dari kisah di atas,. “Dan apabila mata ibumu sudah tertutup, Maka hilanglah satu keberkatan disisi Allah SWT. Yaitu *Doa* seorang ibu”.

Manfaat Doa diwaktu Sholat Dhuha

Banyak Orang Yang belum tahu apa akibat yang akan mereka rasakan bila rajin shalat dhuha. Beruntung sekali anda punya kesempatan membaca tulisan dibawah ini, semoga memjadi pelajaran berharga untuk kita semua.

*Pertama*

orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. *“Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”* (HR. Turmudzi)

*Kedua*

Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. *“Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.”* (HR. Hakim).

*Ketiga*

Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. *“Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.”* (HR. At-Thabrani).

*Keempat*

Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. *“Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.”* (HR. At-Thabrani).

*Kelima*

Allah menyukupkan rezekinya. *“Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.”* (HR. Abu Darda`).

*Keenam*

Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. *“Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.”* (HR Muslim). *_Setelah Baca Tulisan Diatas Masih Punya Alasan Untuk Meninggalkan Shalat Dhuha ?_* Shalat Dhuha mempunyai kedudukan mulia. Disunnahkan untuk kita kerjakan sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur. Syukron …siapapun yg menulis Pertama tulisan ini semoga kita bisa mengambil pelajaran dan kita amalkan dikeseharian kita.

*_SEMANGAT SHALAT DHUHA_*

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: *”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.”* (HR. Al-Bukhari).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here