Konsultan SEO Indonesia | ISWANTO SEO
Fantasi

Cemburu Seorang Istri Part 1

Kisah Cerita Dewasa Cemburu Seorang Istri Part 1

Cemburu Seorang Istri – “Varnika, kamu tampak begitu kurus. kamu masih sering puasa?” tanya Raden Bagas sambil mengelus lengan istrinya yang kerempeng. Tidak berisi seperti beberapa bulan yang lalu.

Wanita yang dipanggil Varnika itu tersenyum. Bibirnya tampak kering tanpa sapuan lipstik. Wajahnya yang tirus, polos tanpa bedak. Namun garis kecantikannya masih nampak terlihat.

“Maafkan, Mas ya! Sudah beberapa bulan ini tak pernah menengokmu kesini.”

Ada nada penyesalan di suara pria umur tiga puluh tiga tahun itu. Hatinya begitu pilu melihat keadaan istri yang dinikahi sepuluh tahun yang lalu. Ada rasa bersalah memenuhi relung hatinya. Ingin rasa hati merengkuh perempuan itu dalam dekapannya. Namun Raden Bagas tidak punya keberanian untuk itu. Dia telah menggoreskan luka pada hati wanita disampingnya.

Varnika masih dalam diamnya. Tatapannya kosong melihat ke langit barat. Semburat jingga menandakan senja hampir tiba. Dia biarkan suaminya memegang erat tangannya.

Peristiwa satu setengah tahun yang lalu itu, masih segar dalam ingatan.

*****

“Var, dengan persetujuanmu atau tidak. Pernikahan Bagas dengan Intan akan tetap dilangsungkan.”

Walaupun terkejut dan terluka. Varnika tak berdaya untuk menunjukkan perasaan itu. Dia tetap diam tertunduk.

Ibu mertuanya dengan gamblang menjelaskan alasan perjodohan suaminya dengan gadis bernama Raden Ayu Intan Kumalasari.

“Delapan tahun lebih kalian menikah. Namun belum ada tanda-tanda kamu akan memberikan cucu untuk keluarga Raden Haryo Kusumo. kamu tahu kan, Var. Bagas anak lelaki kami satu-satunya. Dia harus punya keturunan untuk meneruskan trah keluarga Haryo Kusumo. Jangan khawatir, Bagas tak akan menceraikanmu. Kamu juga masih tetap tinggal disini.”

Raden Bagas berdiri dan memeluk Varnika dari belakang. Dia tahu bahwa istrinya begitu terluka saat itu. Namun dia juga tak mampu mengelak dari rencana ibunya. Sejak ayahnya meninggal lima tahun yang lalu, semua keputusan adalah milik Ibunya.

Varnika dengan cekatan menghapus air mata yang luruh dipipinya. Raden ayu Darminah bangkit dari duduknya. Meninggalkan anak dan menantunya di ruang keluarga di rumah utama.

“Maafkan, Mas, ya sayang” ucap Raden Bagas sambil mencium tangan istrinya. Pria itu duduk berjongkok di depan Varnika.

Varnika masih diam menunduk. Air mata semakin deras mengalir. Tangisnya tanpa suara. Tanpa isakkan. Walaupun hatinya begitu remuk redam.

“Mas, tak bisa menolak semua ini. Kita juga tak kurang usaha bukan? Kalau Mas bisa memilih, rasanya ingin pergi dari sini bersamamu. Kita hidup berdua saja. Jauh dari orang-orang yang akan mengatur hidup kita.”

Varnika menggeleng.

“Jangan, Mas. Jangan jadi anak durhaka. Ibu hanya ingin mendapatkan cucu dari anak laki-lakinya. Dan Mas juga ingin punya anak bukan?”

Pertanyaan Varnika tepat menyentil hatinya. Memang tak dipungkiri, bahwa dia begitu mendambakan hadirnya anak ditengah rumah tangga mereka. Namun dia masih sangat berharap, bahwa Varnika lah yang akan melahirkan anak-anaknya. Bukan perempuan lain.

Dua bulan setelah hari itu. Pesta pernikahan digelar dipendopo keluarga Raden Haryo Kusumo. Resepsi itu tak kalah megah dengan pernikahan Raden Bagas dan Varnika sepuluh tahun yang lalu.

Raden Ayu Intan Kumalasari adalah anak Raden Setyoko. Masih keturunan darah biru seperti Raden Bagas. Tidak seperti Varnika, yang hanya gadis desa biasa. Pernikahan mereka dulu sempat ditentang keras ibunya Raden Bagas. Namun ayah Raden Bagas bisa mendamaikan keadaan.

“Var, biar kamar kamu dipakai sama Bagas dan Intan. Ini malam pertama mereka. Kamu bisa tidur di kamar sebelahnya.” Walaupun lembut, perkataan ibu mertuanya begitu mengiris hati Varnika.

Sejak malam itu, Varnika tak hanya pindah ke kamar sebelah kamar Bagas. Namun malah pindah di rumah belakang. Rumah yang hanya terpisah taman dari rumah utama. Disana tinggal tiga orang pembantu, satu tukang kebun dan seorang sopir.

Pernikahan Bagas dan Intan adalah awal retaknya hubungan Bagas dan Varnika. Ibu mertuanya berperan besar dalam masalah itu. Varnika semakin rapuh. Hanya mbok Nah, yang selalu menghibur hari-harinya. Pembantu senior itu yang sering membelanya.

*****

“Melamun ya?” Sentuhan lembut Raden Bagas membuyarkan lamunan Varnika.
Wanita itu tersenyum getir.

“Raden Ayu Intan, akan segera melahirkan bukan?”

“Ya. Tinggal menghitung hari.”

“Jaga baik-baik. Jangan sering ditinggal.”

Raden Bagas mengangguk. Ada nada pilu dirasakan dari suara istrinya.

“Mas, akan jadi seorang ayah”
“Jika perempuan, pasti dia secantik ibunya. Kalau laki-laki, akan setampan ayahnya.”

“Anak itu, juga akan memanggilmu Ibu. Ibu cantik.”

Varnika tersenyum. Ibu. Betapa dulu, dia ingin sekali mendengar anak yang lahir dari rahimnya memanggilnya begitu. Namun harapan itu sudah terkikis. Delapan tahun yang lalu, Raden Bagas mutlak miliknya seorang. Namun sejak pernikahan keduanya, Raden Bagas tak pernah menyentuhnya. Bahkan setelah berbulan-bulan, baru senja ini dia datang menemui Varnika. Padahal tempat tinggal mereka hanya dibatasi taman.

“Mas, kembalilah ke depan. Raden Ayu Intan memanggilmu” Varnika memandang seorang perempuan muda yang berdiri jauh diteras belakang, rumah depan. Tampak perut perempuan itu membulat.

Varnika bangkit dari duduknya. Melangkah masuk ke rumah. Raden Bagas memperhatikan dengan hati tercabik-cabik penuh rasa bersalah.

Baca Selanjutnya: Cemburu Seorang Istri Part 2

Related posts

#Aku Liar Untukmu Mas

admin

Cemburu Seorang Istri Part 7

admin

Cemburu Seorang Istri Part 5

admin

Leave a Comment

WeCreativez WhatsApp Support
Pertanyaan Anda Siap Saya Jawab. Jangan lupa klik kirim..ya!! 0857-2135-9436
👋 Hai, pastikan Pesan Anda Terkirim di WA