Category : Sunat Bayi

Sunat bayi – banyak orangtua yang mulai bimbang untuk memilih waktu yang tepat untuk anak laki-laki mereka disunat. Sebagian orangtua percaya bahwa waktu terbaik sunat adalah kala anak mulai masuk sekolah. Namun ada termasuk orangtua yang berasumsi bahwa sunat bayi sebaiknya dilaksanakan sejak dini, bahkan kala buah hati baru berusia sebagian satu} hari.
Lalu apakah dokter lebih memberi saran sunat bayi atau sunat terhadap usia sekolah? Berikut penjelasannya!
Sunat bayi atau sunat terhadap usia sekolah, mana yang lebih baik?

sunat bayi

Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, ditemui dalam acara Konferensi Media Revolusi Sunat Tanpa Jarum Suntik di Jakarta Timur (18/6) menjelaskan mengenai waktu terbaik untuk anak laki-laki disunat.

“Sunat lazimnya dilaksanakan sebelum masa pubertas. Hal ini karena pembuluh darah terhadap anak-anak tetap kecil, sehingga perdarahannya dapat lebih sedikit dan peroses penyembuhan dapat lebih mudah.”

“Kalau aku menyarankan, sunat dilaksanakan waktu usia anak di bawah 40 hari,” ungkapnya.
Mahdian mengungkap bahwa, ia benar-benar memberi saran sunat bayi karena memiliki banyak manfaat.

“Saya menarankan sunat waktu bayi, karena waktu regenerasi sel tubuh terbaik adalah waktu bayi. Jadi, jika terjadi luka akibat sunat terhadap usia itu, maka lukanya dapat cepat sembuh. Selain itu, pengaruh trauma psikologisnya dapat benar-benar minim, karena bayi belum bisa mengingat sistem sunat tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Mahdian menjelaskan bahwa jika anak disunat waktu usia balita, maka dapat benar-benar sulit untuk melindungi kebersihan dan keamanan luka bekas sunatnya.

“Jika sunat dilaksanakan terhadap balita, kebanyakan anak dapat sulit melindungi kebersihan dan keamanan luka bekas sunatnya. Misalnya, anak balita cenderung dapat benar-benar penasaran bersama hal-hal yang menempel terhadap bagian kelamin mereka, sehingga bisa dimainkan atau ditarik, menjadi memadai berisiko,” jelasnya.

sunat anak usia 40 hari

Dilansir berasal dari Kompas, sebuah penelitian mengenai sunat bayi menghebohkan para orangtua. Seorang peneliti asal Inggris mengklaim, khitan dini bisa menyebabkan sindrom kematian mendadak terhadap bayi (sudden infant death syndrome/SIDS).

Dalam studi yang dimuat di bioRxiv, Dr Eran Elhaik berasal dari University od Sheffield, Inggris menemukan, bayi berusia 28 hari yang langsung disunat dapat kehilangan banyak darah, dan hal berikut berkorelasi kuat bersama SIDS.
Menanggapi penelitian tersebut, Mahdian pun ikut memberi tambahan pendapatnya.

“Meskipun banyak yang menjelaskan bahwa sunat bayi bisa meningkatkan risiko SIDS, tetapi selama aku praktek, belum pernah ditemukan masalah kematian akibat sunat,” ujarnya.

“Mungkin perihal itu cuma terjadi terhadap segelintir pasien, dan barangkali termasuk dipengaruhi oleh segi lain, bila pasien sesungguhnya udah memiliki masalah bersama penggumpalan darah, bukan hanyalah karena prosedur sunatnya,” tutup Dr. Mahdian.

Sekarang, tak kudu sangsi kembali jika mengidamkan lakukan sunat terhadap bayi ya Bun.

Butuh Bantuan? Chat Saya