Category : Sunat Anak

Sunat Anak – Biasanya, momen liburan sekolah dimanfaatkan orangtua untuk lakukan sunat pada anak lelakinya. Khitan, sunat, atau sirkumsisi pada dasarnya adalah pemotongan lebih {dari satu} berasal dari preputium (kulit yang menutupi penis) sehingga total glans penis menjadi terlihat.

Tindakan ini biasa ditunaikan pada umur anak-anak menjelang akil balig pada umat Islam. Namun, kini, tak jarang terhitung orangtua yang mengajak anak laki-lakinya untuk dikhitan sejak umur balita, meskipun tanpa ada indikasi medis.
ada 5 perihal yang harus diperhatikan orangtua. Apa saja?

1. fungsi sunat

Bagi anak yang udah lakukan sirkumsisi atau sunat, pasti banyak manfaat yang didapat. Sunat mampu menurunkan risiko terjadinya infeksi pada saluran kemih, menjaga terjadinya balanitis dan balanopostitis. Sirkumsisi terhitung mampu menghambat terjadinya fimosis dan paraphimosis, yakni ketika kulup tidak mampu ditarik kembali dan terjebak di lebih kurang ujung penis.

2. Teknik sirkumsisi

Terdapat dua cara tindakan operasi bedah sirkumsisi yang biasa dilakukan, yakni secara konvensional dan smart clamp. Cara pertama (konvensional) adalah bersama memotong kulit yang menutupi glans penis, kemudian menjahitnya. Sementara smart clamp adalah metode menghentikan aliran darah ke preputium sehingga preputium dapat mengalami kematian dan lepas sendiri. Kekurangan berasal dari cara kedua adalah pengerjaannya memerlukan saat yang lebih lama kalau dibandingkan bersama cara yang pertama.

Sebelum lakukan tindakan sirkumsisi, anak dapat diberikan anestesi lokal, tetapi pada tindakan sirkumsisi yang ditunaikan saat bayi dan balita, kebanyakan diberikan anestesi umum, sehingga memudahkan dokter untuk lakukan tindakan.

3. Pasien yang tidak boleh sunat

Pasien yang miliki kondisi medis khusus tidak mampu lakukan tindakan sirkumsisi, gara-gara mampu berisiko terjadinya komplikasi. Beberapa kondisi medis khusus tersebut layaknya ada hipospadia di muara uretra yang terletak tidak pada ujung penis, tetapi pada anggota ventral penis. Hipospadia adalah kondisi di mana pasien seakan-akan udah disunat berasal dari dalam kandungan. Selain itu, ketika pasien miliki epispadia, berkebalikan letaknya bersama hipospadia, yakni di anggota dorsal penis, bersama tanda-tanda yang sama. Pasien terhitung tidak mampu lakukan tindakan sirkumsisi kalau miliki kelainan pembekuan darah, sepertihemofilia dan anemia aplastik.

Maka itu, tersedia baiknya tindakan sirkumsisi ditunaikan di tempat tinggal sakit bersama dokter spesialis bedah umum atau dokter spesialis bedah anak, sehingga kalau ditemukan ada kelainan organ atau kondisi medis tertentu, dokter mampu mengimbuhkan penjelasan dan penanganan yang lebih tepat.

4. Usia paling baik untuk sunat

Dari sisi medis, tidak tersedia umur khusus yang dipandang optimal untuk lakukan prosedur sirkumsisi. Apabila tidak tersedia kasus atau indikasi medis tertentu, sirkumsisi mampu ditunaikan kapan saja. Sekarang, makin lama banyak orangtua yang tak segan mempunyai anaknya untuk dikhitan sedari dini. Latar belakangnya, tidak cuman gara-gara ada indikasi medis, terhitung untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

Manfaat yang didapat bersama sirkumsisi yang ditunaikan ketika bayi tak jauh berlainan bersama tindakan sirkumsisi yang ditunaikan ketika anak umur sekolah. Bedanya, penggunaan bius mampu lebih sedikit. Lalu, ketika umur bayi, bayi belum terlampau banyak bergerak, sehingga sistem pengobatan pun mampu lebih cepat. Risiko khitan saat bayi, umur balita, hingga umur sekolah terhitung relatif sama.

5. Edukasi sehabis tindakan sunat

Setelah tindakan sirkumsisi, pasien dapat mengalami lebih {dari satu} reaksi jangka pendek yang tidak membahayakan. Oleh gara-gara itu, perihal ini tidak harus dikhawatirkan. Reaksi tersebut pada lain layaknya rasa ngilu pada kepala penis yang baru dikhitan. Hal tersebut lumrah dan berjalan gara-gara kepala penis menjadi lebih sensitif pada sentuhan atau kontak bersama celana dalam. Rasa ngilu dapat berangsur-angsur menyusut dalam kurun saat dua hingga empat minggu.

Pasien direkomendasi untuk mengfungsikan celana dalam yang lebih longgar atau celana dalam sunat. Bila selesai berkemih jangan lupa bersihkan sisa air bersama tisu atau kasa pada tiga hari pertama selesai sirkumsisi. Selanjutnya, diinginkan pada seminggu awal sirkumsisi sebaiknya mengurangi kegiatan naik sepeda, naik motor, atau menunggang kuda untuk mengurangi gesekan pada luka sirkumsisi bersama sadel.

Nah, itulah 5 perihal yang harus diperhatikan orangtua jika inginkan menyunat anak.

Butuh Bantuan? Chat Saya